Akhir pekan lalu, Electronic Arts mengumumkan bahwa untuk sementara mereka akan menghapus microtransactions di Battlefront II. EA melakukannya setelah ada banyaknya kritik mengenai microtransactions tersebut. Microtransactions ini menuntut pemain untuk membeli loot boxes yang berisi item untuk memenangi suatu permainan. Kejadian seperti ini banyak disebut oleh gamer sebagai pay to win. Melirik kejadian ini, Wall Street tampaknya mengambil langkah yang pantas. Pasalnya, harga saham EA menurun setelah menutup microtransactions di Star Wars Battlefront II sekitar 2.5%.

Saham EA Menurun Setelah Menutup Microtransactions di Star Wars Battlefront II

Dikutip dari GameSpot, angka persenan ini berkisar sekitar $ 2,78. Hal ini menjatuhkan harga saham EA menjadi $ 108,82 pada closing market di hari Jumat lalu. Selama sebulan, harga saham EA turun sebesar 7 persen. Namun selama setahun, EA masih di atas angin, pasalnya harga sahamnya naik 42 persen tahun ini. Per 31 Maret 2018 (EA financial year-FY), EA akan menghasilkan pendapatan sebesar $ 5.075 miliar dan keuntungan sebesar $ 1.136 miliar.

EA akan menambahkan fitur microtransactions kembali ke Battlefront II di masa yang akan datang. Jika microtransactions kembali hadir sebelum akhir dari EA FY18, maka pendapatan dan keuntungan EA akan bertambah lagi.

“We’ve heard the concerns about potentially giving players unfair advantages. And we’ve heard that this is overshadowing an otherwise great game. This was never our intention. Sorry we didn’t get this right.” – Oska Gabrielson 

Microtransactions atau loot boxes system yang ada di Star Wars: Battlefront II mulai booming ketika pemain memainkan gamenya waktu masih dalam tahapan open beta pada Oktober lalu. Loot boxes ini berisi item-item random. Item-item ini sangat mempengaruhi jalannya pertandingan yang ada di Star Wars: Battlehead II. Pasalnya, item-item ini berisi deadlier grenades atau cloaking abilities yang akan sangat membantu pemain memenangkan permainan dengan sangat mudah.

Fitur microtransactions di sebuah game sangatlah tidak disukai para gamer kebanyakan. Hal ini akan sangat menguntungkan pemain yang melakukan transaksi. Microtransactions secara otomatis akan menurunkan minat pemain, karena gamer akan dipaksa untuk mengeluarkan uang yang tidak sedikit hanya untuk bisa bersaing dalam game tersebut. Lebih lagi, permainan akan lebih terasa membosankan, karena skill pemain tidak terlalu membuat kontribusi terhadap jalannya permainan tersebut.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini