Pada Juni 2017 lalu, Google secara resmi meluncurkan fitur atau layanan pencarian lowongan pekerjaan baru yang langsung dapat diakses di halaman hasil pencariannya. Nama dari layanan ini adalah Google for Jobs. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk mencari lowongan pekerjaan di berbagai situs pekerjaan online seperti LinkedIn, Monster, dll. Teknologi ini memberi pilihan bagi pengguna untuk menelusuri lowongan pekerjaan berdasarkan lokasi, waktu pengumuman, dan perusahaan yang memerlukan tenaga baru.

Google for Jobs mengadopsi alogaritma teknologi kecerdasan buatan (AI) di mesin pencari Google. Hanya saja, pencariannya dikhususkan untuk mencari lowongan pekerjaan. Tujuan penting dari layanan ini adalah untuk memberi calon pekerja cara mudah melihat lowongan pekerjaan mana yang tersedia tanpa harus membuka beberapa situs yang berisi lowongan yang sama dan tidak relevan.

Cara menggunakan Google for Jobs

Layanan ini masih bisa digunakan atau diakses dalam bahasa Inggris, dan belum tersedia untuk negara Indonesia. Ketika pengguna mengetikkan pencarian pekerjaan, hasil yang keluar masih berupa laman pencarian hasil seperti biasa. Sebab, untuk layanan ini Google memberi tampilan hasil pencarian khusus. Hasil pencarian pekerjaan akan ditampilkan dalam bentuk kartu-kartu. Namun, Google menyediakan alternative lain bagi pengguna yang masih ingin menggunakan teknologi ini. Pengguna bisa mengunjungi laman Google Careers dan menggunakan filter yang tersedia sesuai kebutuhan.

Google for Jobs preview
Credit: TechCrunch

Selebihnya, layanan ini bisa diakses melalui desktop dan smartphone pengguna. Cara menggunakannya juga cukup mudah. Pengguna hanya diminta untuk mengetik kata kunci seperti “lowongan pekerjaan di dekat saya”“lowongan pekerjaan sebagai reporter”, dsb. Setelah hasil pencarian keluar, pengguna juga dapat mem-filter pekerjaan menurut perusahaan, lokasi, saat dipublish, dan juga atasannya. Pengguna juga dapat mengaktifkan notifikasi untuk mendapatkan notifikasi bila ada lowongan kerja baru yang sesuai dengan hasil personalisasi pengguna yang diterapkan sebelumnya.

Untuk membuat daftar pekerjaan yang komprehensif ini, Google terlebih dahulu harus menghapus semua lowongan yang sama yang dipublish oleh pembuat lowongan. Kemudian, algoritma AI pencarian Google menyaring dan mengkategorikannya. Situs pekerjaan online seperti LinkedIn, Monster, dll memudahkan Google untuk melakukan tugasnya. Pasalnya, situs situs ini sering kali menggunakan setidaknya beberapa markup spesifik untuk membantu mesin pencari memahami bahwa hal yang diposting merupakan suatu lowongan pekerjaan.

Begitu pengguna menemukan pekerjaan, Google akan mengarahkan pengguna ke situs kerja untuk memulai proses melamar. Untuk pekerjaan yang muncul di beberapa situs, Google akan mengarahkan pengguna ke situs dengan spesifikasi yang paling lengkap.

Untuk kebaikan bersama, Google tidak ingin campur tangan terhadap jalannya proses pelamaran pekerjaan tersebut. Google juga tidak ingin menangani proses apa pun setelah pengguna menemukan pekerjaan dalam layanannya.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar Anda!
Masukkan nama Anda di sini