• Buletin

Tampung Data iCoud, Apple Gunakan Google Cloud

Termasuk kontak, kalender, foto, video, dan dokumen lainnya.

Pilihan

9 Distro Linux Terbaik

Linux merupakan sistem operasi (OS) yang bersifat open source, dan telah digunakan oleh banyak pengguna dari berbagai penjuru negara....

Windows OEM dan Perbedaannya dengan Versi Retail

Dua versi Windows yang paling dikenal oleh banyak pengguna adalah Windows OEM dan Windows Retail. Keduanya merupakan produk orisinil...

Facebook Luncurkan Layanan Kencan ‘Facebook Dating’

Facebook resmi meluncurkan layanan kencan mereka, "Facebook Dating." Dimumkan pada acara F8 tahun lalu, Facebook Dating tersedia mulai hari...

iPhone 11 Pro dan Pro Max Hadir dengan Tiga Kamera

Selain iPhone 11, Apple hari ini juga mengumumkan dua model ponsel termahalnya untuk tahun 2019 ini. iPhone 11 Pro...

Dari laporan yang diberitakan oleh CNBC, Apple menggunakan layanan Google Cloud untuk menampung data iCloud penggunanya. Apple mengonfirmasi laporan tersebut melalui dokumen iOS Security Guide yang baru saja dirilis. iOS Security Guide sendiri merupakan dokumen untuk menjelaskan tentang keamanan iOS dan privasi penggunanya.

iCloud ialah layanan cloud yang ditawarkan oleh Apple bagi penggunanya. Layanan ini kerap digunakan untuk menyimpan dokumen, foto, kontak, dan dokumen penting lainnya. Apple, untuk menampung data tersebut, membutuhkan jasa dari perusahaan lain. Ini dilakukan karena pemeliharaan data pengguna dengan jumlah yang banyak memerlukan ruang penyimpanan yang besar dan komputasi yang mumpuni. Google Cloud, dalam kasus ini, memiliki server yang dapat melakukan tugas tersebut.

Sebelumnya, Apple menggunakan layanan Amazon Web Services dan Microsoft Azure. Kini, seperti yang disebutkan di dokumen iOS Security Guide yang baru, selain Google Cloud, Apple juga menggunakan layanan AWS S3 guna menampung data iCloud tersebut.

IKLAN

Data iCloud pengguna yang ditampung menggunakan Google Cloud termasuk kontak, kalender, foto, video, dan dokumen lainnya. Apple menyebutkan jika Google tidak dapat mengakses data tersebut. Apple juga menyatakan jika data penggunanya telah dienkripsi dengan keamanan AES-128 menggunakan kunci SHA-256.

Each file is broken into chunks and encrypted by iCloud using AES-128 and a key derived from each chunk’s contents that utilizes SHA-256.”

Melalui dokumen iOS Security Guide yang baru, Apple tidak menyatakan jika menggunakan Google Cloud untuk keperluan lainnya, selain menyimpan data pengguna. Dokumen tersebut juga tidak menyebutkan kapan Apple mulai menggunakan layanan Google Cloud.

Selain Apple, perusahaan lainnya yang menggunakan layanan Google Cloud ialah Kroger, PayPal, Snap, dan Spotify.

Pembaruan 28/09/2019: Perubahan judul dari yang semula “Apple Menggunakan Google Cloud untuk Menampung Data iCloud,” dan penyesuaian gambar unggulan.

IKLAN
ViaCNBC

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

5 Aplikasi Keyboard Terbaik di Android

Aplikasi keyboard, atau papan tik, merupakan salah satu komponen penting, dan biasanya, semua ponsel sudah memilikinya sebagai salah satu...

Discord Segera Tutup Katalog ‘Nitro Games’

Discord mengumumkan jika akan menutup layanan Nitro Games, yang menyediakan akses terhadap beberapa gim gratis. Layanan ini merupakan salah satu keuntungan dari berlangganan layanan...

Aplikasi Slack di Desktop Dapatkan Mode Gelap

Slack, melalui sebuah artikel blognya, mengumumkan jika telah merilis 'mode gelap' untuk aplikasinya di desktop, termasuk Windows, Mac, dan Linux. Slack untuk perangkat mobile,...

Firefox Uji Coba Layanan VPN Gratis

Mozilla baru saja meluncurkan layanan VPN gratis miliknya, yang dapat diakses melalui peramban Firefox. Dinamai Firefox Private Network, layanan ini merupakan bagian dari program...